RUBRIK KONSULTASI

Rubrik konsultasi Pernikahan, Cerai, Rujuk , produk halal, haji dll

silahkan isi di kolom komentar

65 responses to “RUBRIK KONSULTASI

  1. Assalamualaikum
    Mau tanya kalau saya mau gugat cerai apakah saya langsung ke Pengadilan Agama atau harus ke KUA dahulu

    terimakasih

    Jawab

    Waalaikumussalam
    Terima kasih Ibu Hindun mau berkunjung ke WEB kami. Sebaiknya sebelum ibu ke Pengadilan Agama datanglah dahulu ke KUA di mana ibu tinggal, KUA dalam hal ini BP4 ( Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan ) akan memberikan konsultasi terhadap kemelut rumah tangga yang ibu alami. Sejauh mana masalah yang timbul dan BP4 akan berusaha mencari jalan terhadap kemelut rumah tangga yang ibu hindun alami .BP4 akan memanggil kedua belah pihak untuk didengar pendapatnya dan dicarikan solusinya.
    terima kasih

  2. Ass wr wb,

    ass wr wb, , saya ada mau bertanya soal pernikahan, usia saya masuk 21th..begitu juga calon suami saya..kami berdua sudah bekerja dan terhitung cukup lumayan,begini..!! klu saya dan calon suami saya mau menikah,tp org tua saya blm merestui bgmn ? sedangkan saya tidak mau terjadi hal” yang tidak di inginkan, apakah pernikahan tanpa ayah saya ( wali ) itu akan di angap syah ? klu tidak..saya mesti bagaimana ? dan untuk mengurusnya di kantor catatan sipil, apa saja yg perlu di siapkan, klu kita mau menikah.demikian email dari saya..atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    jawab

    Waalaikumussalam
    Saudari …Pernikahan tanpa Wali adalah tidak Sah, Penolakan Wali/orang tua ( dalam Munakahat disebut Adhol ) untuk tidak menikahkan anaknya harus di lihat dari beberapa sisi. Kenapa Wali/orang tua menolak untuk menikahkan anaknya ? apa karena Calon suami Beda agama?atau ada hal lain. Kalau penolakan sebatas hanya karena Wali/orang tua tidak suka dengan Calon suami apa karena beda Suku , Miskin ,bukan sarjana DLL maka saudari dapat mengajukan dispensasi ke Pengadilan Agama untuk memanggil Wali/orang tua saudari.Nanti Pengadilan Agama akan memangil Wali/orang tua saudari .jika Wali/orang tua tidak hadir di Pengadilan agama maka nanti Pengadilan akan mengeluarkan Surat Dispensasi untuk menikahkan Saudari dengan calon suami dengan Wali Hakim , untuk lebih jelasnya Saudari bisa datang ke KUA untuk konsultasi dan insya Alloh kami semua akan membantu.

    terima kasih
    wassalamualikum

  3. Assalamualaikum WR. WB.

    Saya ada sedikit permasalahan mengenai rencana pernikahan kami, pertanyaan saya begini. Jika ternyata orang tua wali (ayah kandung calon istri saya) tidak bisa datang karena masalah faktor kesehatan (usia) dan jarak yang jauh. Jika diwakilkan oleh kerabat dari pihak wanita (Paman) yang berada dijakarta, prosedur apa yang harus saya lakukan agar (Paman) ini bisa menjadi wali nikah kami ? Apakah perlu ada surat pernyataan atau sekiranya hal-hal lain yang harus kami penuhi ?

    Wassalamualaikum WR. WB.

    Terimakasih.

    waalaikumusslam
    Taukil wali ( mewakilkan wali kepaada kerabat laiin ) bisa saja dilakukan dengan membuat surat pernyataan Taukil Wali yang ditanda tangani baik yang mewakilkan maupun yang diwakilkan dan ditanda tangani oleh KUA setempat ( domisili Calon pengantin wanita ) ada baiknya anda datang ke kantor KUA stempat untuk mendapat penjelasan lebih rinci dan minta Form taukil wali atau contoh surat Taukil Wali

    terimakasih

  4. saya dan istri 3 minggu lalu bertengkar hebat, 2 kali. pada saat pertama saya tidak merasa menjatuhkan talak, namun pada pertengkaran ke 2 karena didorong rasa emosi dituding telah menjatuhkan talak oleh istri saya, keluarlah kata talak yang banyak dari saya. setelah pertengkaran tersebut, esoknya saya sadar saya khilaf, dan meminta maaf, dan mengajak rujuk namun istri saya berpendapat bahwa saya telah menjatuhkan talak 3 menurut fiqh, sedangkan bagi saya hal tersebut lebih karena emosi. pertanyaannya bagaimana sebenarnya kedudukan perkara tsb menurut agama, apakah bersifat final talak yang telah terucap, tanpa pengecualian memandang kondisi emosi/kejiwaan?, apakah saya masih dapat rujuk kembali atau tidak?,terimakasih

  5. Assalamu’alaikum
    Saya mau tanya:
    1. Berapa biaya nikah yang legal sesuai prosedur pernikahan? Karena banyak sekali KUA yang memberikan nilai yang berkali lipat lebih tinggi dari yang sebenarnya.
    2. Berapakah uang transportasi penghulu yang harus dibayar, jika penghulu tinggal satu kota dengan tempat diselenggarakannya pernikahan.

    3. Untuk mengurus surat keterangan belum pernah menikah dari RT, RW dan Kelurahan.. apakah calon istri harus datang langsung dan tidak bisa diwakilkan? Sedangkan calon istri tidak bisa datang langsung, karena bekerja.

    Terimakasih atas respon dari bapak/ibu.

    1,Menurut PP RI NO 51 TAHUN 2000 TANGGAL 11 JULI 2000 Biaya pencatatan nikah dan rujuk adalah sebesar rp.30.000.
    Setiap calon pengantin yang melangsungkan akad nikah di KUA dikenakan biaya resmi sebesar Rp30.000, namun tak menutup kemungkinan calon mempelai memberikan kelebihan sebagai wujud terima kasih. tak menjadi masalah bila calon pengantin usai melaksanakan akad mikah memberikan sedikit kelebihan sebagai rasa syukur atau tanda terima kasih kepada petugas KUA yang kebanyakan shohibul hajat melangsungkan Akad nikah di luar jam Kerja ( hari libur) yang otomatis menyita waktu libur petugas untuk keluarga di rumah.

    2.Pemberian transfortasi kepada penghulu adalah atas dasar sukarela sohibulhajat tidak ada ketentuan memberikan transfort kepada penghulu

    3.mengurus surat surat bisa saja di wakilkan

    tks

  6. ass..wr.wb saya mau tanya saya mau menikah tapi akte cerai belum keluar..gmana solusi nya..dan knapa akte cerai itu lama sekali keluar nya…

    waalaikumussalam

    mohon maaf apa ibu sudah sidang lewat pengadilan agama, kalau untuk menikah lagi di KUA tentunya harus ada akte cerai dari pengadilan agama dan tentunya juga harus menunggu massa iddah.tks

  7. Sulistyowati

    Ass wr wb,

    Pak saya sudah menikah pada th.2005, saat pernikahan memang ada perbedaan status ekonomi dengan suami saya, (status saya lebih baik).

    Pada saat pernikahan mahar yg dibelikan sebagian besar dibeli dari uang saya (terutama utk Mukena, Al-Quran, dan cincin kawin). Pada saat itu memang kami tidak membahas beli pakai uang siapa, kami sepakat (walaupun tidak diucapkan) bahwa barang yang dibeli akan dijadikan mahar/seserahan pada pernikahan kami. Proses selanjutnya tidak ada kendala sampai dengan acara pernikahan, dan saat akad nikah sebagian kata2 yang diucapkan oleh suami saya adalah “DENGAN MAS KAWIN DIBAYAR TUNAI”

    Dari 5 th perjalanan usia pernikahan kami, sekarang ini memang sedang ada masalah yang cukup kritis, dan dari introspeksi suami, beliau mengatakan kalo sebenarnya pernikahan kami salah. salah satunya ya itu tadi tentang biaya pembelian barang utk mahar sebagian dari uang saya sendiri.

    Mohon penjelasan dari Bapak, apakah betul pernikahan saya salah, sah atau tidak secara Islam, dan apa selama ini saya telah berbuat zina?

    Dan mohon saran apa yang seharusnya kami lakukan utk tahap selanjutnya.

    Demikian disampaikan, atas bantuannya kami ucapkan terima kasih.

    Wass wr wb,

    waalaikumussalam

    sdri sulistyowati, pernikahan tetap sah secara syariat maupun undang undang, karena berdasarkan kesepakatan anda berdua, hanya saja jika mahar tersebut dihutang maka suami wajib membayar kepada istri.

    saam

  8. Assalamu’alaikum
    Saya ingin menikah dalam waktu dekat ini,ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan;
    1. Saya berdomisili di Kapuk,Cengkareng,Jakarta Barat. Calon Istri saya dari Kapuk Muara,Jakarta Utara. Kami Ingin menikah di KUA Penjaringan / Di tempat mempelai wanita.
    Apakah saya harus pakai surat numpang nikah??
    Kalau harus pakai,apa saja syaratnya & bagaimana saya mendapatkannya.
    2. Dokumen apa saja yang diperlukan pada saat ingin melangsungkan pernikahan tsb .

    Terimakasih atas respon dari bapak/ibu.

    Waalaikumussalam

    1, calon suami yang akan melangsungkan pernikahan di tempat calon istri di kua penjaringan harus melampirkan surat numpang nikah dari kua kec.cengkareng , dokumuen yang harus dilengkapi anda minta surat pengantar rt/rw tempat domisili saudara setelah itu ke kelurahan untuk dibuatkan N 1 dll setelah itu saudara ke kua cengkareng untuk dibuatkan numpang nikah baru anda daftarkan pernikahan saudara dan calon istri ke kua penjaringan

    2. doc yang harus dilengkapi copi ktp, kk, pernyataan belum nikah , foto 2×3 4 lembar dan surat dari kelurahan

  9. @saya mau tanya untuk biaya akad nikah sesuai dengan peraturan pemerintah yang diadakan di tempat yang kami tentukan semisal (mesjid,gedung atau rumah)berapa?
    @mengingat saya diminta biaya yang berlebihan dan tidak dirasakan berat dari penghasilan yang qt miliki.
    @terimakasih dan saya tunggu balasannya.

    jawab

    Menurut PP RI NO 51 TAHUN 2000 TANGGAL 11 JULI 2000 Biaya pencatatan nikah dan rujuk adalah sebesar rp.30.000.
    Setiap calon pengantin yang melangsungkan akad nikah di KUA dikenakan biaya resmi sebesar Rp30.000, namun tak menutup kemungkinan calon mempelai memberikan kelebihan sebagai wujud terima kasih. tak menjadi masalah bila calon pengantin usai melaksanakan akad nikah memberikan sedikit kelebihan sebagai rasa syukur atau tanda terima kasih kepada petugas KUA yang kebanyakan shohibul hajat melangsungkan Akad nikah di luar jam Kerja ( hari libur) yang otomatis menyita waktu libur petugas untuk keluarga di rumah.

    terima kasih

  10. Ass.wr.wb pak saya mau Tanya mengenai wali nikah
    1. Apakah orang tua angkat dapat menjadi wali nikah secara hukum islam dan positif. Perlu diketahui Calon istri saya diangkat anak oleh kakak perempuan ibunya dari kecil,tetapi ayah kandung dan keluarga dari pihak ayahnya masih lengkap.
    2.Apakah sah Pernikahan kami secara hukum islam dan positif apabila kami melangsungkan pernikahan siri secara diam-diam dengan wali ayah kandung calon istri kemudian secara resmi kami melakukan pernikahan dengan wali orang tua angkat. Adapun kami melakukan hal tersebut dikarenakan orang tua angkat calon istri saya memaksakan diri untuk menjadi wali nikah dipernikahan kami , jika ditolak keinginan beliau kami takut dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada hari H.
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih ,Ass. Wr.Wb

    waalaikumusalam

    Secara hukum Positif dan hukum Islam mazhab Syaifi’i menajdikan wali nikah ayah angkat adalah tidak sah, dan Wali nikah harus ada garis nasab langsung dengan calon istri

  11. saya pria warga jogja. 2 tahun yang lalu saya pernah berencana menikah dengan warga jakarta. saya mengajukan surat pengantar pernikahan di keluarahan saya. namun karena hal2 diluar rencana pernikahan tersebut batal. dan pihak perempuan belum pernah mendaftarkan berkas saya di kelurahan tempat dia tinggal dan surat pengantar pernikahan tersebut dimusnahkan.
    pertanyaan saya. setelah 2 tahun saya ingin menikah dengan wanita yg satu kelurahan dengan saya. tapi saya sudah pernah mengajukan pernikahan 2 th yang lalu. walaupun batal/tdk jadi menikah.

    pertanyaan saya. dalam kasus saya ini bagaimana caranya agar saya bisa kembali membikin surat ijin nikah baru. ?? karena kata petugas kelurahan .. saya sulit mendapatkan surat ijin kembali. saya heran mau masa saya belum pernah nikah hanya gara2 surat ijin nikah saya yg dulu di buat terus hilang trus saya nggak bisa nikah saat ini??

    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih

  12. Ass…
    saya telah menikah, akan tetapi kami tidak lagi hidup bersama. sementara saya ingin menikah lagi
    agar tidak terjadi tuntutan di kemudian hari setelah saya menikah, mohon kiranya saya di beri contoh pegangan surat pernyataan…

    waalaikumussalam

    Kalau saudara ingin menikah lagi , maka saudara harus mengurus perceraian ke pengadilan agama agar mendapat Akta cerai yang akan nanti saudara gunakan untuk menikah kembali.

  13. Assalamualaikum WR. WB.
    Saya sudah sepakat dengan damai untuk bercerai dengan istri,termasuk masalah gono-gini. Demikian juga dengan pihak orangtua kami masing-masing sudah sepakat.
    Yang ingin saya tanyakan,
    -berapa sebenarnya biaya yang diperlukan untuk memproses perceraian itu?
    -berkas apa saja yang harus dipersiapkan?
    -apakah cukup kami berdua saja yang datang di sidang, secara kami berada di lain kota sekarang?
    Kami menikah di KUA Purwokerto Jawa Tengah.

    Terimakasih sebelum dan sesudahnya.
    Waalaikumussalam

    waalaikumussalam

    kalau anda ingin menceraikan istri saudara, maka saudara datang ke Pengadilan agama tempat domisili yang tertera di KTP. Dengan membawa Kutipan Akta nikah ( bukku Nikah ) dan KTP saudara. Biaya yang diperlukan sekitar 400 ribuan dan dibayar melalui Bank.

    wassalamulaikum

  14. Assalamualaikum Wr.Wb

    saya sudah menikah, hampir 4 tahun. Waktu menikah saya diwalikan oleh bapak angkat saya. karena ayah kandung saya meninggalkan saya dan ibu saya.
    Sewaktu masalah wali ini dibicarakan dengan ayah saya, beliau marah dan mengatakan agar wali nikah saya itu dirinya.
    1. Pernikahan saya sah/tidak?
    2. Apa yang harus kami lakukan sekarang? Apakah harus menikah lagi?
    3. Apabila suami saya tidak mau diajak menikah kembali ? apa hukumnya? apa kami ini selama ini berzina?

    terima kasih atas jawabannya

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    waalaikumussalam

    Wali nikah adalah merupakan salah satu syarat Syah nya pernikahan, Ayah angkat tidak boleh menjadi Wali , dan apabila Ayah kandung anda meninggalkan anda maka harusnya yang menjadi Wali adalah adalah Wali hakim ( Pejabat yang ditunjuk negara/ Kepala KUA ). Ada baiknya anda melakukan Nikah ulang ( Ijab qabul ulang ) saja dan Ayah kandung anda harus menjadi walinya.

  15. saya mau nanya, seandainya ada pembatalan rencana nikah dari pihak calon mempelai wanita, prosedur apa yang harus dilakukan dari memepelai pria padahal surat keterangan dari keurahan,kecamatan, model n1-n4, dan surat keterangan kua dari tempat memepelai pria sudah dibuat. apa yang harus dilakukan untuk mengurus pembatalannya. terima kasih dan mohon balasannya, seanddainya tidak keberatan mohon tanggapan ringkas melalui sms. ke no hp saya, 086725412443.

    Kalau belum terjadi aqad nikah , maka tentu belum tercatat di Akta Nikah di KUA , Maka pembatalan pencatatan pernikahan bisa dilakukan

  16. permana ardian

    ass.sya ingin konsultasi mengenai pernikahan teman saya. sebut saja P menikah dgn W yg bru mnikah 2 thun. Stelah mnikah si istri pergi merantau kerja keluar pulau. Mngkin akibat kurang nya kpercayaan kpd istri scr tdk sadar P mngucapkan kata cerai kpd W sbnyak 3x. karena si W sering sms ato telp. dgn laki2 lain shngga P mrasa dbohongi. Stlah berbulan-bulan si W tdk plng krmh suaminya.Dan mendadak si P tau kalau istrinya menikah lagi dgn laki2 yg dicurigai oleh si P. Slanjutny usut pny usut si P tau bahwa mreka mnikah scr diam2 tanpa sepengetahuan pihak keluarga si W.Dan mereka tlah mendaftarkan pernikahan mereka ke kantor KUA.Padahal dari suami yg pertama belum cerai dipengadilan.Karena msh cnta kpd si istri si P melaporkan ke pihak KUA dimana si istri mnikah dan orng lain tsb. Selanjutnya pihak KUA menyita surat nikah mereka.
    Pertanyaan sya:
    1.Langkah2 apa yang harus di ditempuh si P agar istrinya bs kmbali kpd Si P?
    2.Slanjutnya bagaiman status laki2 yg mnikahi Si W, karena srt nkah mereka disita di pihak Kua.Apakah statusnya dlm hkum msh perjaka ato mnikah?
    3.Apakah srt nikah mreka yg disita hrs dikeluarkan dahulu utk bs d urus cerai dpengadilan

    Dmikian prtanyaan kami, trmksh atas jwbanya .Mohon jwban dkrm ke email sya.

    Sebenarnya secara syariat hukum islam , ucapan talak kepada istrinya itu telah terjadi, namun secara hukum negara bahwa talak harus di ucapkan di pengadilan agama , maka pernikahan kedua yang yang dilakukan oleh istri p tidak dibenarkan oleh hukum karena tidak ada putusan pengadilan agama (akta cerai ), dan si P berhak membatalkan pernikahan tersebut demi hukum dan menuntut W dengan tuduhan penipuan dan pemalsuan data diri , namun ada baiknya musyarawah secara kekeluargaan .

    Wss

  17. Assalamualaikum Wr.Wb

    saya ingin ingin konsultasi saya sudah menikah selama 2 tahun.dulu saat saya menikah istri saya dalam keadaan hamil. yang menjadi pertanyaan saya adalah
    1. apakah benar dimata agama pernikahan saya tidak sah?
    2. lalu dimasa pernikahan saya, saya pernah mengucapkan kata talak cerai sebanyak 2 kali. bila pernikahan saya tidak sah apakah berarti kata talak saya juga tidak sah?

    Dmikian prtanyaan dari saya , saya sangat menunggu jawabannya karena saya khawatir selama ini saya & istri saya berzina. Terima kasih

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Waalaikumussalam
    1. Pernikahan yang anda lakukan tetap sah jika anda benar bapak dari si bayi tersebut , sepanjang terpenuhi syarat dan rukun nikahnya seperti Wali nikahnya. hanya saja nanti jika lahir anak perempuan sebaiknya anda jangan menjadi wali dan wali hakim lebih baik.
    2. Secara Syariat islam Talak yang di jatuhkan suami kepada istri itu berlaku sepanjang tidak ada paksaan . Tapi secara hukum negara talak bisa berlaku jika di ucapkan di Pengadilan Agama.

  18. Ass. saya ingin konsultasi tentang masalah yang saya ketahui.saya melihat bahwa teman saya adalah seorang PNS dikab.Dipropinsi Bali An.SITI RATMATIKA tmpat asal Ponorogo. Yg brsangkutan msh brstatus blum cerai mnurut hukum dikota asalnya.Akan tetapi diBali dia berpacaran dengan seorang laki2.Skian lama dia merantau, tiba2 suami tau dan mrah2 tnpa sadar serta mngucap kta talak sbnyak 3 x melalui sms.stlah skian bulan blm ada cerai menurut PA, si istri diajak nikah pria lain secara Kenegaraan/KUA.Stlah usut pnya usut si istri Ktahuan suami bhawa mereka mnikah di KUA, si suami menghubungi Pihak KUA Denpasar Baratn Selanjutnya pihak KUA mnyita surat nikah mereka.
    Pertanyaan.
    1.Bagaimana menurut hukum status suami yang kedua, karena surat nikah mereka disita? Apakah statusny sdh mnkah ato Blm?
    2.Bagaimana langkah selanjutnya yang mereka tempuh untuk menyelesaikan mslh tsb?
    3.jika diproses menurut hukum kira2 yang menang dipngadilan agama yang mana, yang jelas blm ada putusan cerai,kok siistri sdh mnkah lg DiKUA?
    Dmikian prtanyaan dr saya<saya ucapkan trmkah.Wass, Tlong dkrm ke email saya

    1. Secara hukum jika suami 3 bulan berturut turut tidak memberi nafkah lahir batin istri maka telah jatuh talak, dan apabila suami telah mengucapkan kata talaq kepada istri secara syariat islam telah jatuh, namun secara hukum negara bahwa Talak harus di ucapkan di Pengadilan Agama. Status hukum pernikahan tersebut tetap syah , namun secara administrasi pihak wanita harus mendapatkan Akta cerai terlebih dahulu yang di keluarkan oleh Pengadilan Agama.
    2. Langkah yang harus di tempuh adalah musyawarah dengan bekas suami untuk memproses perceraain di Pengadilan agama.
    3.Istri berhak menggugat cerai jika suami tidak memberi nafkah batin kepada istrinya, ada baiknya musyawarah secara kekeluragaan

  19. assalammu’alaikum warhamatullah,
    saya memiliki adik perempuan yang akan melangsungkan pernikahan insya Allah september 2010. yang menjadi masalah adalah, ayah sudah meninggal, dan kami bersaudara adalah perempuan semua. kebetulan, satu-satunya saudara laki-laki ayah (pak dhe) yang kebetlulan beragama katholik juga sudah meninggal. Memang putra pak dhe ada yang beragama Islam. KUA kec sukoharjo jateng mensyaratkan adanya surat keterangan wali dari pihak wali (putra pak dhe). masalahnya, putra pakdhe yang muslim tersebut tinggal dan bekerja di jakarta. dengan kesibukannya, saya tidak yakin bahwa beliau dapat mengurus surat keterangan tersebut. termasuk, saya juga tidak yakin bahwa beliau dapat hadir pada pernikahan adik perempuan saya. seandainya surat keterangan tersebut tidak berhasil diperoleh, apakah adik saya tidak bisa menikah? mohon solusinya.
    wassalammu’alaikum warahmatullah

  20. Assalamualaikum Wr.Wb

    apabila seorang ayah tetap memaksakan kehendaknya agar anak perempuannya yang telah berumur 28 tahun untuk menikah dengan pilihan ayahnya, sementara anak perempuannya telah menolak keras dan tidak menyetujui, apakah hukumnya akan sah menurut agama?

    dan apabila penolakan keras anaknya juga telah disampaikan langsung kepada pilihan ayahnya tersebut namun calonnya sama bersikeras, apakah hukumnya akan tetap sah menurut agama?

    ayah dari anak perempuan tersebut tidak memiliki saudara laki-laki, dan kakeknya sudah meninggal, namun anak perempuannya memiliki saudara laki-laki.

    penolakan anak perempuan ini sudah disampaikan ke orang-orang terdekat ayahnya, hanya ayah dan pilihannya yang tetap bersikeras, dan penolakan tersebut telah membuat anak perempuannya telah memutuskan untuk lari dari rumah.

    anak perempuan ini sudah memiliki pilihan sendiri sebelumnya dan baru saja menyampaikan kepada orang tuanya akan niat si pilihannya untuk menikahi, namun akhirnya segera ditunangkan orang tuanya secara mendadak tanpa sepengetahuan anaknya terlebih dahulu (baru diketahui pada malam sebelum acara pertunangan dilangsungkan!) dengan laki-laki yang tidak dia kenal sebelumnya, dikatakan dengan laki-laki itu sempat bertemu tapi anak perempuan tersebut tidak ingat benar, namun karena pada malam itu anak perempuan itu ketakutan tentang mempermalukan nama keluarga di depan para undangan (yang telah diundang sebelumnya tanpa sepengetahuan anak tersebut!) akhirnya dia menerima dengan maksud akan membatalkan pertunangan di kemudian hari, dengan kesabaran dan telah berusaha untuk mengenali tunangannya, namun hingga kini (setelah beberapa bulan), anak perempuan tersebut tidak mau mengakui pertunangan yang telah dilaksanakan dengan terpaksa tersebut, dan masih menyatakan penolakan keras, tapi ayahnya juga masih tetap bersikeras dan tidak mau memutuskan pertunangan.

    apakah baik bila anak perempuan yang kini akhirnya sangat membenci dan sangat tidak menghargai tunangannya tersebut untuk tetap dilangsungkan pernikahan?

    anak perempuan tersebut kini merasa dijebak oleh keluarganya sendiri, dan memutuskan lari dari rumah bersama pilihannya.

    laki-laki pilihan anak perempuan tersebut sudah beberapa kali menyampaikan maksudnya hendak datang dan bertemu namun selalu mendapatkan berita pertentangan keras dari ayahnya meski sama sekali belum bertemu.

    namun kini laki-laki pilihan anaknya juga tidak bisa menikahi karena kata “KUA” masih ada status pertunangan, tapi apakah pertunangan tersebut akan dianggap sah sebagai lamaran oleh “Pengadilan Agama” sementara sebenarnya anak perempuannya telah sangat menolak keras di malam sebelum pertunangan (dilaksanakan pun karena terpaksa), dan malah sempat beradu mulut dengan ayahnya yang sebelumnya sama sekali tidak pernah beradu mulut, dan menerima hanya karena terus menerus dikatakan untuk tidak mempermalukan keluarga sementara pertunangan tersebut direncanakan oleh keluarganya sendiri tanpa sepengetahuan anak perempuan tersebut sebelumnya? bila sah, bagaimana cara untuk membatalkannya sehingga bisa menikah dengan pilihannya sendiri?

    apakah keridlaan anak perempuan disini tidak diperhatikan? setelah beberapa bulan ini dia mencoba bersabar dan mengikuti alurnya, namun tetap tidak bisa malah kini jadi benci dengan tunangannya tersebut, apakah masih baik untuk tetap dilanjutkan ke jenjang pernikahan?

    hingga kini laki-laki pilihan anak perempuan tersebut menginginkan jalan terbaik untuk bisa menikahinya, tidak sama sekali bermaksud untuk menimbulkan konflik baik di dalam maupun antar keluarga, namun untuk membentuk keluarga dengan calon yang benar-benar dicintai dan mencintainya.

    apa ada jalan lain yang bisa ditempuh oleh mereka untuk bisa menikah?

    kami yakin ini hanya salah satu masalah dari sekian banyak pasangan yang memiliki pilihan hatinya masing-masing namun mengalami hal tidak masuk akal seperti ini.

    terima kasih atas bantuannya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    waalaikumussalam

    Ayah ( wali ) yang enggan untuk menikahkan , karena anaknya punya pilihan sendiri dalam hukum disebut Wali Adhol, maka anda harus datang terlebih dahulu Ke KUA dan menyampaikan pokok permasalahan Wali adhol tersebut, nanti pihak KUA akan membuat surat ke Pengadilan Agama untuk penetapan wali dan Pengadilan nanti akan memanggil pihak pihak yang bersangkutan .

    terimakasih

  21. Assalamu’alaykum Warohmatulloh
    mau menanyakan, bagaimana bila seorang lelaki akan menikah lagi setelah istrinya meninggal(cerai mati),syarat2 apa saja yang harus diurus ke KUA ? terimakasih sebelumnya

    waalaikumussalam

    1. Foto Copy KTP / KK
    2. Pengantar Rt/RW
    3. N1,N2,N4 dan N6 ( Surat keterangan kematian dari kelurahan )
    4. Foto 2X3 = 4 lembar
    5. Surat pernyataan Duda bermaterai

  22. Assalaamu’alaikum.
    Mau tanya, gimana tata cara yang biasa dilakukan untuk mengambil kesaksian orang yang baru masuk islam. tata cara yang formal, khidmat dan mengesankan bagi yang masuk islamnya. terima kasih.
    wassalaamu’alaikum.

    waalaikumussalam

    datang saja kua setempat

  23. Ass.Saya talah menikah 4 tahun, dhulu saya menikah karena telah hamil.
    Pertanyaan saya:
    1.Apakah saya harus menikah ulang agar sah pernikahan saya,karena saya bingung ada banyak sekali pendapat,dan saya merasa tidak tenang ?
    2.Saya sering bertengkar dengan suami saya,dan ia sudah 3 kali bilang cerai,apakah kami masih bisa rujuk,karena suatu menyebutkan kami sama sama emosi,dan kami masih sangat ingin bersama? Terima kasih

  24. Bentuk duplikat akta cerai di wilayah jakarta apakah berwujud foto copy arsip pengadilan agama yang di legalisir? bukan brbentuk surat keterangan yang merupakan duplikat akta cerai.

  25. ass, saya ingin menanyakan 4 tahun yang lalu saya dan suami yang seorang mualaf menikah dengan saya secara siri dan ketika saya hamil dia pergi dan keluar dari islam, tetapi ketika usia kandungan saya 7 bulan di datang lagi dan bilang mau kembali lagi ke islam dan bersama saya, dan kemudian kami menikah (waktu saya hamil) di KUA, tetapi seiring perjalanan rumah tangga kami bila terjadi pertengkaran suami saya selalu mengucapkan kata talak ke saya, puncaknya desember 2009 di depan banyak orang dia mengucapakan talak ke saya sebanyak 3 kali berturut-turut, seminggu setelah itu saya mendaftarkan permohonan cerai saya ke pengadilan agama, tetapi pada saat sidang ternyata saya diketahui hamil dan dengan kesepakatan saya dan suami membatalkan permohonan cerai tersebut, yang ingin saya tanyakan :
    1. apakah talak 1 telah jatuh pada saat dia keluar dari islam ??
    2. bagaimana status hubungan saya dan suami apakah masih sah secara hukum dan agama, karna seringnya talak tersebut jatuh pada saya, dan bila tidak sah secara agama bagaimana jalan keluarnya untuk saya, apakah saya mendaftarkan gugatan cerai lagi??
    3. status suami saya yang mualaf apakah menjadi pertimbangan atas putusan talak tersebut, padahal dia mengetahui hukum talak tersebut??
    4. apakah berkas saya yang dipengadilan agama bisa saya teruskan atau saya mendaftar ulang karna ketika penggilan ketiga dst saya dan suami tidak datang ke pengadilan??
    terima kasih atas perhatiannya
    wass

  26. Apakah talak itu

  27. Saya sudah menikah 10th, dari awal pernikahan saya setiap kali bertengkar suami kurang lebihnya sudah 3x mengucap kata cerai, namun setelah itu kamipun rujuk kembali.
    Yang mau saya tanyakan
    1.apakah kami masih syah sebagai suami istri.
    2.apakah kami harus melakukan ijab qabul lagi.
    3.apakah kami salah bila rujuk kembali.

  28. ageng prastyo

    aass, saya ingin minta contoh surat pengantar bukti nikah dari KUA. karena untuk persyaratan pembuatan KK,dan KTP. karena buku nikah sya hilan waktu itu rumah kebakaran, dan sya baru menikah 1tahun. terimakasih atas perhatiannya. wass

    waalaikumussalam
    untuk pembuatan duplikat buku nikah yang hilang , rusak atau terbakar, saudara bisa datang ke kua dimana dahulu pernikahan saudara di catat

  29. indra suseno

    Ass,Wrr,Wbb

    Nama saya Indra, saya ingin menanyakan beberapa Hal, sbb:
    1. Bgaimana menurut syariat agama seandainya laki2 mempunyai istri lebih dari 1, apakah diperbolehkan? apa saja syaratnya
    2. Seandainya saya nikah lagi secara diam2, namun saya memenuhi semua syarat dan rukun nikah, seperti : Wali, Mahar, Saksi, Ijab Qobul dan Penghulu(lebe), hanya saja tidak tercatat di KUA secara resmi, karena saya dan keluarga istri kedua sepakat hanya ingin menghindari perzinahan, karena kami saling mencintai, Apakah syah menurut syariat Islam??
    3. Seandainya saya akan mengurus secara resmi ke KUA, apakah harus membuat surat numpang nikah lagi seperti biasanya, atau bagaiman???

    Mohon jawabannya sangat saya tunggu, tolong dikirim ke E-Mail saya tsb,

    1. secara syariat dibolehkan laki-laki memilki istri lebih dari satu asal kan dia cakap
    2.pernikahan asal terpenuhi rukun dan syaratnya tetap syah tapi jelas merugikan calon istri
    3. harus ada izin poligami dari pengadilan agama

    atas bantuan dan konsultasinya saya ucapkan banyak terimakasih

    Wss,Wrr,Wbb

  30. Assalamu’alaikum wr-wb. Saya &suami numpang menikah di depok ttp setelah menikah ktp sy di joglo,bisakah kami melegalisir surat nikah di kel.joglo?

    legalisir surat nikah harus di kua tempat dulu saudara mencatat pernikahan

  31. Assalamualaikum Wr.Wb
    sedikit cerita singkat:
    kira-kira 20 tahun yang lalu di sebuah komplek perumahan yang belum begitu banyak warga nya dan belum ada tempat ibadah, kemudian ayah saya mewakaf kan sebagian tanah untuk di bangun sebuah mushola kecil dan masih berdiri sampai sekarang.. tetapi dengan bertambah nya warga dan ada warga pendatang baru yang mendi…rikan mushola yang agak besar di komplek perumahan saya dan rencana mushola lama akan di bongkar dan tanah yang telah diwakafkan oleh ayah saya akan di kembalikan oleh warga, dan ayah saya diminta mengganti dengan harga tanah yang telah diwakafkan tersebut..
    yang ingin saya tanyakan:
    apakah tanah yang telah di wakafkan dapat menjadi tanah pribadi lagi, sementara setahu saya tanah wakaf tidak dapat di jual belikan sampai kapanpun??
    mohon penjelasan nya…
    terimakasih..

    sebaiknya anda datang ke kua untuk menanyakan apakah Musholla tersebut telah dibuatkan AIW ( akta ikrar wakaf ) , kalau telah dibuatkan AIW maka tanah wakaf tersebut tidak boleh untuk diperjual belikan

  32. Assalammualaikum wr wb,

    Nama saya Mahadi (28th), Saya Memiliki masalah dalam menuju pernikahan yg di Ridhoi ALLAH SWT, dimana keluarga dari pihak perempuan calon istri saya (Salma, 22th) tidak menyetujui
    (terutama sang ayah).

    Semua ini di karenakan Adat Arab yg dianut oleh keluarga perempuan kekasih sy yg sangat kental (Rasisme), dan mengartikan dengan paksa bahwa kata² sekufu adalah berarti satu Ras, padahal setelah saya pelajari dan dalami lebih lanjut kata² sekufu itu berarti setingkat dalam keimanan, aqidah dan ketaqwaan thdp Allah swt .

    Seperti kutipan berikut ini :

    sekufu dalam penampilan, materi, itu bisa diabaikan. Tetapi, sekufu dalam
    akidah itu harus diutamakan. Karena dengan itulah sebenarnya kunci kesuksesan dalam sebuah keluarga dapat diwujudkan. Bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa keluarga yang bahagia itu adalah yang bertaqwa kepada Allah. ( Imam Syafi’i )

    “Manusia itu satu sama lain adalah kufu’, mereka yang Arab, yang bukan Arab, yang Kuraisy dan yang Hasyimi kalau sudah masuk Islam dan sudah beriman” (Imam Ali bin Abi Tholib r.a. )

    ”Dinikahi wanita atas dasar empat perkara :
    *karena hartanya
    *karena kecantikannya
    *karena keturunannya
    *karena agamanya
    Barangsiapa yang memilih agamanya, maka beruntunglah ia.”
    (HR. Al Bukhori dan Muslim).

    Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujuraat : 13).

    “…maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf.” (QS Al-Baqarah : 232)

    Juga seperti yg di contohkan Rasulullah SAW ketika menikahkan Zahid seorang pemuda miskin, dengan Zulfah, seorang anak keturunan bangsawan yg kaya raya.

    Kiranya saya juga sudah mencoba dengan cara baik² dan gentleman, seperti anjuran Rasulullah SAW, yaitu dengan mendatangi rumah kekasih saya tersebut dan berusaha berbicara kepada orangtuanya. tapi saya malahan di bohongi dan ditipu. pada saat itu keluarganya berkata bahwa Salma (kekasih saya) telah dilamar oleh pria lain. dan saya mengerti bahwa haram hukumnya untuk melamar seorang gadis yg telah di pinang oleh lelaki lain. maka saya pun pulang dengan sangat kecewa.

    Tetapi di tengah perjalanan pulang saya mendapat teror telp yg mengatakan bahwa saya harus menjauhi Salama, kalau tidak saya akan di bunuh.

    Tidak berapa lama kemudian saya mendapati pesan di hp sy dari Salma yg bersumpah demi nama Allah, bahwa cerita pinangan itu hanyalah satu kebohongan besar yg di karang keluarganya. dan dia jg diancam bila masih terus berhubungan dengan saya maka keluarganya (ayahnya) akan membayar orang untuk menghabisi saya.

    Perlu diketahui sebelumnya sy dan kekasih saya (Salma) telah berusaha untuk kawin lari.. tp setelah dua hari Salma meninggalkan rumahnya dan menginap di rumah ditemani Ibu saya. datang banyak pesan singkat/sms dari keluarganya yg mengatakan kedua orangtuanya sakit dan memohon emma untuk kembali pulang. Ayahnya jg berjanji apabila Emma menurut pulang, maka beliau akan mengabulkan permintaan Salma untuk menikah dengan lelaki pilihannya.

    Tetapi kemudian setelah Salma kembali kerumah, Ayahnya mengingkari janji tersebut dan malahan mengurung Salma Selama Sebulan lebih di Kamarnya. tanpa adanya alat komunikasi . sehingga terasa sangat menyakitkan bagi kami karena tidak dapat berkomunikasi.

    Maaf, jika Pertanyaan saya agak panjang dan terkesan curhat,,
    yg sy ingin tanyakan apakah di KUA kec. Penjaringan dapat membantu saya untuk menikah dengan wali Hakim (Adhol) dengan Proses yg aman..? karena kerasnya hati dan pikiran ayah dari pihak perempuan dapat membahayakan jiwa kami berdua. dan sudah mustahil rasanya bagi beliau untuk dapat mengerti dan merestui pernikahan kami.

    untuk informasi : Domisili tempat tinggal saya saat ini berada di Depok, dan Salma di Bogor. tp dalam waktu dekat kami akan pindah ke daerah Penjaringan atau Tanjung Duren karena lokasi kerja saya berada di sekitar daerah ini.

    Sebelumnya, kami ucapkan banyak terimakasih kpd KUA kec. Penjaringan atas kesediaan untuk membantu dan kerjasamanya.

    Wassalam,
    Mahadi

    pengajuan dan penetapan wali Adhol harus melalui Pengadilan Agama , setelah ada putusan pengadilan agama maka KUA akan mencatat pernikahan saudara dengan wali hakim.
    sekedar informasi saja mungkin saudara memilih calon istri yang memilki marga ( alidrus, alatas, alhadad dll ), jelas saja kelurga perempuan menolak jika suatu saat menikah dengan yang tidak memiliki garis keturunan yang mereka yakini sebagai garis keturunan dari Nabi muhammad saw ( biasanya disebut Habib kalau wanita syarifah ) marga mereka putus misalnya anda bernama imron istri bernama fatima alhadad jika nanti anda mempunyai keturunan maka marga itu putus misalnya punya anak namanya intan bin imron, terputusnya marga si wanita.

  33. saya windy
    saya mau tanya???
    kalou sudah menikah di kua jakarta selatan , ,
    lalu saya pisah
    dan ingin menikah lagi di jakarta slatan dengan laki2 yang lain

    yang saya mau tanyakan , ,pernikahan saya tercatat di jakarta selatan ap tidak

  34. maaf salah kalau sudah nikah di jakarta utara , , ap pernikahan saya ini tercatat juga di jakarta selatan
    TRIMAKASIS

    pernikahan hanya tercatat pada kua dulu dimana dilangsungkan pernikahan.

  35. Assalamu’allaikum wr.wb..
    Nm sy anggi,sy ingn minta penjelasan. Bhwa rencna sy lebran thn ini sy dng pasangn ingn menikh krn usia kit sdh hampir 26thn. Sy berasal dr sumtra selatan d calon swami sya dr ponorogo d rencana kami,kami akn menikah dikapung calon swami sy,Namun disni sy pihak wanita sngat kesulitan msalah persyarat”yg untk disodorkn pd KUA olh clon sya.

    sebab sy tdk ad KK d akta,krn ke2 orng twa sy sdh lma berpisah d tdk ad 1pun yg bs sy hubungi. Krn saat ke2 ortuwa sy berpisah posisi sy ad diluarnegri d tdk pernh komukasi. Slma berthun”d tau”bliu sdah brpish d tidk tau ad dimn bliau skrang.

    1 bsakh sy d suwami menikah jika tnpa KK d akta kelahiran sy?

    2.adkah saran lain agr memperlancar urusan kmi

    mhon penjelasanya sbelum d sesudhny sy ucpkan trima ksh pd Anda..

  36. Saya mau nanya, kelurahan hanya mengeluarkan n1 n2 n4, nah n3 nya itu surat apa ya? dan dikeluarkan oleh siapa?

  37. Assalamualaikum Saya lagi bingung pak,mohon pencerahannya, Saya sudah beristri dan punya anak,,,beberapa bulan ini sy suka gadis yg dia sendiri sudah tau status saya,dia sudah direstui orang tuanya,sementara sy jga sudah diizinin istri sya,,,kami sudah saling tidak mau dilepaskan,mohon di beri petunjuk,bagaimana yg harus sy lakukan agar bisa nikah resmi secepatnya dan sesuai menurut hukum Trimakasih sebelum dan sesudahnya Wassalammualaikum

    izin poligami ada di pengadilan agama

  38. Ass. Insya allah jika tdk ada halangan saya akan merencanakan pernikahan awal tahun bsk. Ada beberapa pertanyaan saat sy hendak mengurus surat numpang nikah. Kondisinya adalah seperti ïиï.

    1. Saya tinggal ϑi Depok dan akan menikah ϑi Temanggung jawa tengah (Tempat keluarga calon istri saya tinggal)

    2. Calon istri sy sdh lama tinggal dan menetap ϑi Jakarta, dan telah memiliki KTP (Jagakarsa-jakarta selatan) serta KK yang menumpang ϑi KK tantenya. KTP Temanggungnya kini sdh tidak ada.

    Pertanyaan saya, apakah kami berdua (saya dan calon istri saya) harus membuat surat numpang nikah dari KUA berdasarkan KTP kami? Jika iya, bagaimana prosedurnya dan apa saja persyaratannya serta berapa besar biayanya.

    Terimakasih mohon perhatian dan bantuannya.

  39. apakah saya bisa boleh untuk menolak dan/ tidak menandatangani ta’lik talak / sighat tal’ik ??

  40. Assalamualaikum Wr. Wb

    Alhamdulillah sangat bermanfaat sekali rubik konsultasi online ini, sehingga kami bisa interaksi langsung dengan pejabat yang berwenang.

    Yang ingin saya tanyakan. Bila seorang wanita pernah menikah sirri dengan seorang laki laki kemudian cerai dan ingin menikah lagi dengan pria lain. Apakah KUA akan menanyakan surat cerai calon mempelai wanita ?

    Bila ada pria asing ingin menikah dengan WNI, secara agama dia sudah cerai dengan istrinya tetapi masih mengalami kesulitan mendapatkan surat cerai legal dari negaranya ( karena istri sengaja menghalangi agar ia tidak bisa menikah dengan wanita lain, sehingga masih dalam proses pengadilan ), apakah KUA tidak akan memproses perijinan pasangan campuran ini hingga sampai keluar surat cerai legal sang WNA ? Atau adakah solusi lain agar pernikahan bisa terlaksana dan terdaftar di KUA ?

    Terima kasih.

    Wassalam

    baiknya anda datang ke KUA untuk konsultasi lebih rinci

  41. Norsyamsiana

    assalamu alaikum wr.wb

    Nama saya Norsyamsiana, saya telah menikah dengan seorang warga negara asing(australia) pada februari 2010 secara agama islam dan suami saya telah menjadi muallaf, namun kami tidak mendapatkan buku nikah dengan alasan suami saya tidak mempunyai surat keterangan untuk menikah atau yang biasa disebut letter of no impediment dari kedutaannya. Pada saat menikah semua dokument persyaratan untuk menkah kami lengkapi kecuali letter of no impediement berhubung kami menikah mendadak dan hanya punya waktu 1 minggu dimana waktu tersebut tidak cukup waktu untuk mengurus surat dari kedutaan. Pernikahan tersebut tidak kami rencanakan sebelumnya sehingga kami tidak mengurus surat dari kedutaan tersebut.

    Kami berdua bekerja di lautan di wilayah sumatra utara dan aceh dan tidak punya banyak waktu luang di daratan, kami memutuskan menikah secepatnya karna kami ingin menghindari zina. Sekedar informasi suami saya belum pernah menikah sebelumnya dan saya pun sudah bertemu dengan kedua orang tua suami saya jauh sebelum saya menikah. Pernikahan tersebut kami lakukan di sulawesi selatan karena saya berasal dari sulawesi selatan, saya tanya beberapa imam namun tidak ada yang mau menikahkan dengan alasan tdk ada surat tersebut, akhirnya pihak keluarga saya menemukan seoran imam yang bersedia menikahkan kami namun tanpa surat nikah atau tidak dicatatkan dengan alasan tidak ada surat dari kedutaan tersebut.

    Pada saat pernikahan orang tua dan keluarga saya ada, namun yang menjadi wali nikah saya adalah saudara kandung laki2 saya berhubung ayah saya telah meninggal dunia, ada mahar dan saksi. Dan suami saya di islamkan sebelum kami dinikahkan.

    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apakah bisa kami mengurus dan mendaftarkan pernikahan kami di kantor KUA?
    2. Apakah kami harus menikah ulang ataukah bisa hanya dengan menunjukkan bukti berupa foto2 pernikahan(akad nikah) kami dan melampirkan beberapa dokument2 yang diperlukan(berupa apa sajakah dokument2 tersebut)?
    3. Apakah bisa kami mendaftarkan pernikahan kami di KUA sumatra utara, berhubung kami bekerja disana namun bukan di daratan melainkan dilautan dan saya tidak mempunyai karu identitas disana?
    4. Berapa biayanya untuk mendaftarkan pernikahan?
    5. Suami saya tidak mendapatkan surat keterangan telah menjadi muallaf karena suami saya di islamkan sebelum kami dinikahkan. apakah Kantor KUA memerlukan surat tersebut juag atau bagaimana?
    6. Dokument-dokument apa saja yang harus saya lengkapi dan suami lengkapi?

    Mohon bantuan dan informasinya , terima kasih yang sanyak-banyaknya.

    wassalam,
    Norsyamsiana

    pernikahan saudara bisa di didaftarkan ke KUA untuk mendapatkan buku nikah,anda juga harus menyertakan dok2 yang diperlukan untuk persyaratan adm, sebaiknya anda datang ke kua untuk konsuktasi lebih rinci

  42. orang tua saya bertengkar terus dan keduanya suka berkata ingin cerai sebagai anak apa yang harus saya lakukan
    terimakash

  43. saya duda cerai tp tdk punya akte cerai, bagaiman cara mengurus surat numpang nikah jika saya mau menikah lagi….

    anda harus terlebih dahulu mengurus perceraain tersebut di Pengadilan Agama untuk mendapatkan Akta cerai sebagai kelengkapan untuk mengurus pernikahan di KUA

  44. Assalammualaikum wr wb,

    Saya Ingin bertanya tentang pernikahan.. Saya ingin menikahi seorang wanita janda yang dulunya menikah siri dgn seorang pria(mualaf). dulunya si pria sudah pernah menggucapkan kata ” Cerai ” dan si wanita sudah Hampir 5 thn tidak pernah dinafkahi,dan tidak pernah bertemu lagi dgn si pria.. ( pihak keluarga wanita memastikan bahwa si pria tidak akan pernah kembali lagi ). saya sendiri sudah hampir 4 thn berpacaran,dan ingin menikahinya secara sah.. pertanyaan saya:
    1. Bagaimana cara mengurus surat2 pernikahanya,sedangkan bukti pernikahan/perceraian si wanita tidak ada?
    2. Jika status pada surat pengantar KUA nya tetap Perawan,apakah diperbolehkan? bagaimana dengan penghulu yang menikahkan, jika iya bahwa si wanita adalah seorang janda ?

    ada baiknya anda datang kua untuk konsultasi langsung dengan penghulunya, untuk di carikan solusi terbaik

  45. Assalamualaikum wr.wb
    Saya ingin bertanya apakah ketika terjadi pertengkaran seorang istri yang mengatakan ingin bercerai bisa ϑϊ sahkan dlm islam?dan ini merupakan kedua kalinya terjadi,bagaimana caranya ketika keduanya ingin rujuk kembali? ,terima kasih

  46. dedy syahroni

    Pertanyaan:
    ass…saya menjalani rumah tangga selama 5th, dan saya udah melakukan percerai dua kali dengan hari,waktuyg berbeda jaraknya kurang lebih 2 tahun..perceraian pertama saya ucap talak 2..perceraian yg kedua saya ucap cerai.tp saya melakukan hubungan intim pada istri saya setelah sya ceraikan..

    yg saya tanya
    1. apakah saya masih bisa rujuk kembali..??i
    2.apakah saya udah termasuk talak 3..??
    3. bagaimana hub intim sya apa uda otomatis rujuk..??

    terimakasih.”DEDY”

  47. Aslm,
    saya mau tanya. saya menikah sudah 4 tahun, tahun lalu, suami saya sudah mengatakan secara lisan “kita pisah” dan kemudian satu hari kemudian kami berdamai lagi..kemudian selang beberapa bulan, dia mengatakan lagi melalui sms “kita pisah” dan selang 2 minggu kami berdamai/rujuk lagi. tahun ini dia mengatakan “kita pisah, kita bukan suami istri lagi, kita cerai”. yang mau saya tanyakan, apa hukum dari semua pernyataan suami saya tersebut, apakah sebenarnya perceraian tersebut sah?apakah perceraian butuh saksi?apa syarat/tatacara sahnya bercerai?
    saya hanya takut akan hukum Alloh…selama ini saya jadi ragu mengenai status saya sekarang…mohon informasi lebih lanjut…
    terimakasih…

  48. Aslm,
    saya mau tanya. saya menikah sudah 4 tahun, tahun lalu, suami saya sudah mengatakan secara lisan “kita pisah” dan kemudian satu hari kemudian kami berdamai lagi..kemudian selang beberapa bulan, dia mengatakan lagi melalui sms “kita pisah” dan selang 2 minggu kami berdamai/rujuk lagi. tahun ini dia mengatakan “kita pisah, kita bukan suami istri lagi, kita cerai”. yang mau saya tanyakan, apa hukum dari semua pernyataan suami saya tersebut, apakah sebenarnya perceraian tersebut sah?jika sah, apakah kami masih bisa rujuk kembali?apakah perceraian butuh saksi?apa syarat/tatacara sahnya bercerai?
    saya hanya takut akan hukum Alloh…selama ini saya jadi ragu mengenai status saya sekarang…mohon informasi lebih lanjut…
    terimakasih…

  49. Assalamu’alaikum,
    Saya ingin bertanya

    Saya menikah selama 8 tahun.
    Januari ’12 kemarin saya mengembalikan mahar bersamaan dg menyatakan khulu kepada suami, karna saya tidak cocok lg dg sikap dan kepribadian suami yg kurang punya pendirian (masih “disetir” ortu) dan kurang bisa dipegang kata2xnya (plin plan + pintar berdalih).
    Dan daripada saya semakin dosa karna larut dlm kebencian saya thdnya … Saya berfikir, lebih baik saya mengajukan khulu.

    Tapi suami menolak khulu saya, saya dimarahi dan diceramahi habis2an.
    Selama bbrp hari setelah itu, mahar saya lihat masih ada di meja, tidak disentuh olehnya.
    Lalu ntah kapan, mahar tsb sudah tidak ada disitu. Namun, suami pun tidak mengucap kata talak. Dia menggantung keadaan, kami pun sudah pisah ranjang.
    Kmudian dia menyatakan akan menyerahkan keputusan cerai ke pengadilan (dia tidak mau mengucap kata talak secara langsung pd saya, padahal stlh pisah ranjang tsb, ternyata dia pacaran dg wanita lain)

    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apakah secara Islam, saya dan suami sudah bercerai ? Atau masih suami istri ?
    2. Mahar tadi, apakah sudah jd milik suami, atau masih jadi harta pribadi milik istri?
    Apakah salah, kalau saya meminta kembali mahar yg sudah saya kembalikan tsb? Berhubung suami toh tidak mengucap talak, dimana khulu saya (bisa jadi) batal.

    Mohon pencerahannya.
    Wassalam.

  50. ass..Pak., saya mau tanya, nama saya Muhamad Wahyu Pujiyanto,saya laki2 usia 25th, tinggal di Kota Metro Lampung.
    2 tahun yng lalu saya menikahi seorang janda dengan 2orang anak secara siri, dan sekarang telah dikaruniai 1orang putra(1thun) jadi total anak kami ada 3orang.
    Kurang lebih 3minggu yg lalu, saya menikah secara resmi dengan istri saya, tapi,umur 2minggu pernikahan resmi tsb istri saya sakit, saya sudah brusaha membawanya berobat dll, tapi istri saya menghubungi ortunya memberitahukan bahwa dia sakit,ortunya panik & meminta saya mengantarkan istri saya pulang,saya bersikeras tidak mau karna sakitnya hanya ringan dan saya akan bertanggung jawab thdp kesehatannya sampai manapun, karna di perusahaan tempat sya bekerja ada jaminan asuransi tak terhingga untuk anak&istri. tapi ortu istri saya ttp nekat&ngotot, akhirnya tengah malam (13/05/2012 pukul 23.30wib) istri saya dijemput paksa dari saya, dlm keadaan terpaksa karna ortunya tetap ngotot akhirnya saya memberikan izin,ortunya berjanji hanya pulang selama 3hari saja.tapi sampai email ini sy kirimkan, istri saya belum jg pulang bahkan tidak menghubungi saya sedikitpun termasuk ortunya. Saya&keluarga sudah coba telp/sms tp tidak ada tanggapan sedikitpun,yang saya dengar, bahkan istri dan anak saya sudah tidak di Lampung lagi, tapi sudah ada di Tangerang, saya memang sengaja tidak menjemputnya ke rumah mertua saya karna saya menunggu janji mereka akan mengantarkan istri saya pulang lagi dlm 3hari.
    yang mau sy tanyakan, apa yang harus saya lakukan?adakah kekuatan saya untuk menuntut janji mertua saya? dan bisakah hal ini saya konsultasikan ke pihak KUA atau Pengadilan Agama setempat?
    sekedar catatan, istri saya waktu itu minta diceraikan dgn alasan yg tidak jelas,tapi saya tolak karna saya tidak mau bercerai walaupun dalam keadaan apapun.
    mohon penjelasannya Pak…….
    terima kasih.

  51. Khaerunnisa Astari

    bila suami mengirim sms kepada orang tua istri yang isinya “menyuruh mencari suami yg lain saja, karena sang suami sudah merasa tidak cocok” apakah itu termasuk sudah jatuh talak??

    mohon penjelasannya…

    terima kasih

  52. Maaf saya ingin bertanya
    Rencananya bulan oktober nanti saya ingin menikah, tapi kendalanya saya bekerja diluar kota dan bs plg k jkt dalam pada hari sabtu minggu saja, pertanyannya apakah untuk mengurus perizinan menikah itu bs dwakilkan atau tidak? Jika bs apakah ad persyaratan khususnyan?

    Terima kasih sebelumnya

  53. assalamualaikum
    saya mohon pencerahanya,saya seorang suami yang sudah terlajur mengucapkan Talak kepada istri sebanyak 3x.saya mengucapkan di saat saya benar2 sudah diluar kendali / diluar batas kemampuan otak saya,…pada saat sangat2 emosi mengetahui kalau saya telah di dzolimi oleh istri.tetapi Allhamdulilah sampai detik ini keluarga saya sudah sangat bahagia.
    pertanyaan saya
    1.Pada saat saya mengucapkan Talak saya baru saja Mualaf,..dan tidak tau benar dampak bahaya mengucapkan talak ,dikarenakan istri yang membawa saya tidak mengajarkan syariat islam itu sendiri.
    apakah talak saya tersebut Sah
    mohon untuk balasannya
    wassalam.

  54. ass.pak bagaimana mengurus atau proses membuat surat nikah bila prianya WNA.terima kasih

  55. ABDUL HAMID

    ass…
    mau tanyaa,,,sy seorang laki-laki yg berstatus menikah…dan saya telah menikah resmi lagi tanpa sepengetahuan istri saya,,,,sebalumnya kami mempunyaii kemelutt rumah tangga… klo istri saya tkurang bisa melayani saya,,,segala upaya dan usaha sudah lsy akukan dan ingatkan terhadap istri saya untuk coba bisa melayani saya,,,.pd suatu harii saya coba menyentuuh dia yg ad tangan saya ditabok dan dia mengatakan tangan saya grepean,sambil matanya melotot,,..pada akhirnya saya jenuuh dengan semua ini,,,

    akhir saya selingkuh dengan teman sekerja saya yang sekarang ini menjadi istri ke 2 saya dia ini seorang gadis perawan bukan janda dan bukan istri orang,,,,pada akhirnya saya jujur mengatakan kepada istri pertama saya kalo saya telah berselingkuh,,,,

    pada akhirnya istri saya mengucapkan kepada saya, dari pada saya berbuat zina teruss dia menganjurkan lebih baik saya disuruh nikah sirih atau nikah resmi…cuman saya masih ragu apakah istri saya benar2 mengatakan yang sebenarnya menyuruh saya nikah lagii,,,,.dikarenakan dengan situasi dan kondisii saat itu sipihak istri ke 2 saya dan keluarganya mendesak meminta saya untuk segara menikah
    pada akhirnya saya menikah resmi dengan rukun dan syarat nikah sudah terpenuhi….. akhirnya saya menikah tanpa sepengatuan istri pertama saya dengan menggunakan identitas palsu…..sebelumnya istri pertama saya sudah tahu kalo saya mempunyai dua nama yang berstatus beda….

    waktu terus berjalan akhirnya saya mempunyai beban tersendiri saya harus jujur bilang kepada istri pertama saya klo saya sudah menikah resmi lagi dengan menggunakan identitas nama ke 2 saya…..

    yang saya pertanyakan adalah….sah atau tidak pernikahan saya yang kedua menurut syariat agama???

    sah atau tidak pernikahan saya menurut negara,,,? klo menurut negara tidak sah solusi bagaimana yg musti sy lakukan,,,? mohon pencerahannya karna sy kurang sangat paham dan mengerti masalah hukum negara…

    terimakasiih banyak sebelumnya…semoga kita semua slalu dalam lindungan allah…amiiinnn

  56. abdul hamid

    assalamualaikum WR WB

    Pak ustad yang terhormat
    maaf sebelumnya klo cerita saya agak panjang….

    saya mempunyai permaslahan dlm rumah tangga yang bgitu rumit…
    saya sudah menikah selama 5tahun dan mmpunyai 1 anak perempuan….istri sy setiap sy ngjakin hub sex slalu dingin dan tdak ad gairahnya seprti boneka saja,,,itu terhitung sejak 6 blan sy menikah s/d sekarang….

    didalam perjalanan itu sy tetap berusaha dan berupaya untuk mengingatkan dia supaya jgan bersikap dingin kepada sy,,,yg tadinya melayani 1 hari 1x,,berubah menjadi 2 hari 1 kali,1 minggu 1 x,,sampai pernah 1 bulan 1 x,,,,,disitu sy tdak bisa mmbendung hasyrat sy,,,akhirny sy terpaksa masturbasi sendiri..lama2 sy merasa bosan jg,,,kejadian puncaknya permasalhan sy pas sy menyentuh dadanya untuk mengajak hub biologis,,,istri saya malah marah sambil melotot tangan saya langsung dipukulnya sambil berkata “TANGAN LU GREPEAN BaNGETT “…..mulai disitulah hati saya sakitt,,,sy hendak menceraikan tp sy masih melihat anak sy yg masih kecil…

    akhirnya sy berselingkuh dengan teman sekerja sy,,,dia seorang gadis,,,bukan janda dan bukan istri orang,,,pada akhirnya sy jujur sm istri sy dan kluarga sy sndiri klo sy selingkuh,,,sy berfikir mungkin dengan cara seperti itu istri sy bisa berubah,,,ternyata tetap aj istri sy memang dingin,,,istri sy marah besar saat itu,,,terus dia tanya sm sy sudah berrbuat ap,,say jujur sm istri saya klo sy sudah berhub jauh…akhirnya istri sy berkata dari pada sy berbuat dosa terus lebih baik sy diuruh nikah sirih atau resmi,,,,

    waktu trus bejlan..pada akhirnya pihak kluarga selingkuhan sy meminta untuk menikahin anaknya,,karena ortunya tau klo anaknya sudah sy nodai,,,sy bilang klo saya sudah berstatus menikah…

    akhirnya sy minta ijin kembali sm istri sy,,,klo sy mau menikahin,,,tp ternyata ucapan dia itu berubah lagii,,,dia berkata sy gak diberi ijin tuk menikah lagi,,,klo sy mau menikah lagi sy harus menceraikannya dahulu,,,disitu sy bimbang bingung campur aduk…. klo sy ceraikan kasihan anak sy bagaimana nantinya efek dari perceraian…klo sy tinggalin selingkuhan yg telah sy renggut keperawanannya bagaimana masa depan dia,,,dan sy melihat ke anak perempuan sy ,,bagaimana rasanya klo anak sy digituin terus ditinggalin….

    akhirnya diam2 saya menikahin selingkuhan sy dengan identitas bukan nama saya yang sebenarnya… saya nikah resmi dengan rukun dan syarat nikah smua terpenuhi …selingkuhan sy tahu dan kenalnya itu dikerjaan dengan nama Abdul Hamid…sdangkan nama sebenarnya saya Hamid …dan istri sy pun sudah tahu lama klo sy memang mmpunyai 2 KTP dengan nama beda dan status berbeda….

    akhirnya sy berterus terang sm istri saya klo sy sudah menikah lagi..

    yang saya pertanyakan adalah :
    1.sah atau tidak pernikahan sy yg ke 2 menurut syariat agama ?..karna

    2.sah atau tidak pernikahan sy yg ke 2 menurut hukum negara ?

    kata istri pertama sy gak sah menurut agama dan negara..bagaimana solusinya jika memang pernikahan sy yg ke 2 ini tidak sah dan menjadi sah….

    kondisi saat ini sy bingung dan campur aduk,,,yg saya inginkan saat ini adlah mendapat seseorang yang bijaksana adil dan arif yg dpet membantu permasalahn saya…semua ini sy lakukan dengan meminta kepada allah,,,dengan cara allah,,,klo dapat hanya untuk allah…

    terimakasih pak ustad

    assalamualaikum WR WB

    Pak ustad yang terhormat
    maaf sebelumnya klo cerita saya agak panjang….

    saya mempunyai permaslahan dlm rumah tangga yang bgitu rumit…
    saya sudah menikah selama 5tahun dan mmpunyai 1 anak perempuan….istri sy setiap sy ngjakin hub sex slalu dingin dan tdak ad gairahnya seprti boneka saja,,,itu terhitung sejak 6 blan sy menikah s/d sekarang….

    didalam perjalanan itu sy tetap berusaha dan berupaya untuk mengingatkan dia supaya jgan bersikap dingin kepada sy,,,yg tadinya melayani 1 hari 1x,,berubah menjadi 2 hari 1 kali,1 minggu 1 x,,sampai pernah 1 bulan 1 x,,,,,disitu sy tdak bisa mmbendung hasyrat sy,,,akhirny sy terpaksa masturbasi sendiri..lama2 sy merasa bosan jg,,,kejadian puncaknya permasalhan sy pas sy menyentuh dadanya untuk mengajak hub biologis,,,istri saya malah marah sambil melotot tangan saya langsung dipukulnya sambil berkata “TANGAN LU GREPEAN BaNGETT “…..mulai disitulah hati saya sakitt,,,sy hendak menceraikan tp sy masih melihat anak sy yg masih kecil…

    akhirnya sy berselingkuh dengan teman sekerja sy,,,dia seorang gadis,,,bukan janda dan bukan istri orang,,,pada akhirnya sy jujur sm istri sy dan kluarga sy sndiri klo sy selingkuh,,,sy berfikir mungkin dengan cara seperti itu istri sy bisa berubah,,,ternyata tetap aj istri sy memang dingin,,,istri sy marah besar saat itu,,,terus dia tanya sm sy sudah berrbuat ap,,say jujur sm istri saya klo sy sudah berhub jauh…akhirnya istri sy berkata dari pada sy berbuat dosa terus lebih baik sy diuruh nikah sirih atau resmi,,,,

    waktu trus bejlan..pada akhirnya pihak kluarga selingkuhan sy meminta untuk menikahin anaknya,,karena ortunya tau klo anaknya sudah sy nodai,,,sy bilang klo saya sudah berstatus menikah…

    akhirnya sy minta ijin kembali sm istri sy,,,klo sy mau menikahin,,,tp ternyata ucapan dia itu berubah lagii,,,dia berkata sy gak diberi ijin tuk menikah lagi,,,klo sy mau menikah lagi sy harus menceraikannya dahulu,,,disitu sy bimbang bingung campur aduk…. klo sy ceraikan kasihan anak sy bagaimana nantinya efek dari perceraian…klo sy tinggalin selingkuhan yg telah sy renggut keperawanannya bagaimana masa depan dia,,,dan sy melihat ke anak perempuan sy ,,bagaimana rasanya klo anak sy digituin terus ditinggalin….

    akhirnya diam2 saya menikahin selingkuhan sy dengan identitas bukan nama saya yang sebenarnya… saya nikah resmi dengan rukun dan syarat nikah smua terpenuhi …selingkuhan sy tahu dan kenalnya itu dikerjaan dengan nama Abdul Hamid…sdangkan nama sebenarnya saya Hamid …dan istri sy pun sudah tahu lama klo sy memang mmpunyai 2 KTP dengan nama beda dan status berbeda….

    akhirnya sy berterus terang sm istri saya klo sy sudah menikah lagi..

    yang saya pertanyakan adalah :
    1.sah atau tidak pernikahan sy yg ke 2 menurut syariat agama ?..karna

    2.sah atau tidak pernikahan sy yg ke 2 menurut hukum negara ?

    kata istri pertama sy gak sah menurut agama dan negara..bagaimana solusinya jika memang pernikahan sy yg ke 2 ini tidak sah dan menjadi sah….

    kondisi saat ini sy bingung dan campur aduk,,,yg saya inginkan saat ini adlah mendapat seseorang yang bijaksana adil dan arif yg dpet membantu permasalahn saya…semua ini sy lakukan dengan meminta kepada allah,,,dengan cara allah,,,klo dapat hanya untuk allah…

    terimakasih pak ustad
    maaf sebelumnya klo cerita saya agak panjang….

    saya mempunyai permaslahan dlm rumah tangga yang bgitu rumit…
    saya sudah menikah selama 5tahun dan mmpunyai 1 anak perempuan….istri sy setiap sy ngjakin hub sex slalu dingin dan tdak ad gairahnya seprti boneka saja,,,itu terhitung sejak 6 blan sy menikah s/d sekarang….

    didalam perjalanan itu sy tetap berusaha dan berupaya untuk mengingatkan dia supaya jgan bersikap dingin kepada sy,,,yg tadinya melayani 1 hari 1x,,berubah menjadi 2 hari 1 kali,1 minggu 1 x,,sampai pernah 1 bulan 1 x,,,,,disitu sy tdak bisa mmbendung hasyrat sy,,,akhirny sy terpaksa masturbasi sendiri..lama2 sy merasa bosan jg,,,kejadian puncaknya permasalhan sy pas sy menyentuh dadanya untuk mengajak hub biologis,,,istri saya malah marah sambil melotot tangan saya langsung dipukulnya sambil berkata “TANGAN LU GREPEAN BaNGETT “…..mulai disitulah hati saya sakitt,,,sy hendak menceraikan tp sy masih melihat anak sy yg masih kecil…

    akhirnya sy berselingkuh dengan teman sekerja sy,,,dia seorang gadis,,,bukan janda dan bukan istri orang,,,pada akhirnya sy jujur sm istri sy dan kluarga sy sndiri klo sy selingkuh,,,sy berfikir mungkin dengan cara seperti itu istri sy bisa berubah,,,ternyata tetap aj istri sy memang dingin,,,istri sy marah besar saat itu,,,terus dia tanya sm sy sudah berrbuat ap,,say jujur sm istri saya klo sy sudah berhub jauh…akhirnya istri sy berkata dari pada sy berbuat dosa terus lebih baik sy diuruh nikah sirih atau resmi,,,,

    waktu trus bejlan..pada akhirnya pihak kluarga selingkuhan sy meminta untuk menikahin anaknya,,karena ortunya tau klo anaknya sudah sy nodai,,,sy bilang klo saya sudah berstatus menikah…

    akhirnya sy minta ijin kembali sm istri sy,,,klo sy mau menikahin,,,tp ternyata ucapan dia itu berubah lagii,,,dia berkata sy gak diberi ijin tuk menikah lagi,,,klo sy mau menikah lagi sy harus menceraikannya dahulu,,,disitu sy bimbang bingung campur aduk…. klo sy ceraikan kasihan anak sy bagaimana nantinya efek dari perceraian…klo sy tinggalin selingkuhan yg telah sy renggut keperawanannya bagaimana masa depan dia juga,,,

    akhirnya diam2 saya menikahin selingkuhan sy dengan identitas bukan nama saya yang sebenarnya… saya nikah resmi dengan rukun dan syarat nikah smua terpenuhi …selingkuhan sy tahu dan kenalnya itu dikerjaan dengan nama Abdul Hamid…sdangkan nama sebenarnya saya Hamid …dan istri pertama sy pun sudah tahu lama klo sy memang mmpunyai 2 Identitas dengan nama beda dan status berbeda….

    akhirnya sy berterus terang sm istri saya klo sy sudah menikah lagi..

    yang saya pertanyakan adalah :
    1.sah atau tidak pernikahan sy yg ke 2 menurut syariat agama ?..

    2.sah atau tidak pernikahan sy yg ke 2 menurut hukum negara ?

    kata istri pertama sy gak sah menurut agama dan negara..bagaimana solusinya jika memang pernikahan sy yg ke 2 ini tidak sah dan menjadi sah….

    kondisi saat ini sy bingung dan campur aduk,,,yg saya inginkan saat ini adlah mendapat seseorang yang bijaksana adil dan arif yg dpet membantu permasalahn saya…

    trima kasih pak

  57. pak saya mau tanya klu perempuan menggugat cerai si laki2 lantaran dlu agamanya kristen dan setelah menikah dgn adk saya masuk agama islam agama.lk2 itu klu di kasih tau suruh sholat marah.nah yg sy mau tanya seandainya cerai apakah perempuan itu mendapa harta gono gini.karna tanda maharnya diambil laki2 lg.tlng jelaskan ya pak

  58. Ass wr wb. Bgm prosedur nikah dimekkah? Trims

  59. assalamualaikum wr. wb….
    saya pria 30 thun ingin bertanya. bagaimanakah caranya untuk saya mengajukan persidangan Wali Adhal. sementara dari pendaftaran persidangan untuk hal ini, informasi bahkan formulir pendaftaran yang ada di kantor PA. hanya yang untuk formulis dari sang Wanita. smentara terjadi kasus KDRT yang menimpa tunangan saya. yaitu tunangan saya telah diasingkan juga hak kebebasannya dikekang oleh pihak keluarganya hinggapun terhalangnya saya untuk berkomunikasi dng tunangan saya. perlu diketahui kami telah resmi tunangan yang disaksika oleh kedua orang tua kami. namun ditengah perjalanan kami untuk menikah terhalang…

    yang ingin saya tanyakan bagaimana cara untuk saya dapat memproses pengajuan pengadilan Wali Adhal untuk perkara yang tengah saya hadapi….

    jazakumulloh…..

  60. Assalammualaikum Wr.Wb

    10 tahun yang lalu saya menikahi janda cerai dengan 1 orang putri. Kami (saya, istri beserta putrinya) tinggal dan ber-KTP/KK di Jakarta. Adapun ayah kandungnya tinggal dan ber-KTP di Surabaya.
    Kini putri tiri saya hendak menikah dengan pria dari Jawa Tengah dan lokasi pernikahan di kediaman calon pria di Jawa Tengah. Sesuai hukum nikah ayah kandungnyalah yang kelak akan menjadi wali nikah. Ringkasnya calon istri Jakarta, calon suami Jawa Tengah (lokasi pernikahan), wali nikah Surabaya. Saya sudah selesai mengurus surat numpang nikah dari Jakarta untuk ke Jawa Tengah. Yang menjadi pertanyaan saya adalah Apakah ayah kandung (wali nikah) perlu mengurus surat rekomendasi wali atau surat keterangan wali atau apapun namanya dari domisilinya (surabaya)? Bila ya apa nama surat tersebut dan dimana harus mengurusnya? jawaban/penjelasan dari Bapak sangat saya harapkan. Terimakasih.

  61. Assalamualaikum Wr.Wb

    Saya mau tanya nie, bulan september saya berencana menikah. Tp yg jadi masalah saya, saya dlu pernah menikah siri tanpa ªϑá surat-suratnya. Sekarg saya di minta surat oleh pihak calon suami saya agar memastikan bila mantan suami siri saya tidak menggugat lagi di lain waktu. Apakah bsa hanya bikin surat pernyataan saja yg d ketahui oleh orang tua saya dan contohnya bagai mana surat tersebut.

    Jawab dsni saja..makasihh

  62. Assalammualaikum wr wb,

    Teman saya ada masalah pengurusan surat ahli waris yang mengharuskan adanya surat cerai dari ibunya yang belum lama ini meninggal dunia. Yang jadi masalah adalah suami ke-2 dari ibunya sudah meninggalkan ibunya tanpa memberi nafkah lahir bathin lebih dari 10 tahun dan sampai sekarang tidak diketahui kemana perginya, apakah masih hidup atau tidak. Pertanyaannya bagaimana cara mengurus surat cerai untuk kasus seperti ini karena pihak kelurahan tidak mau mengeluarkan surat keterangan ahli waris tanpa adanya surat cerai, alasan mereka nama suami ke-2 ibu tersebut masih tercantum di KK. Terima kasih sebelumnya.

    Wassalam

  63. Saya mo bertanya apa hukumnya jika keluarga yaitu orangtua dan kakak2 menghalang2i atau melama2kan anak/adiknya utk menikah krn saya sdh dlamar/dkhitbah sjk januari 2013 hy krn keluarga melihat dia bkn org kaya dan pddkn tinggi dia hy org biasa saja dan pendidikan hy mpe kls 2 sma itupun dia kluar trpaksa krn dia bekerja utk mbantu ibunya mlahirkan adik bungsunya. Dia rjn tekun bahkan rajin sholat ngaji.dan dia saat ni lg bekerja utk mebgumpulkan uang utk nikah kami wlo kerjanya hy kuli bangunan.pertanyaannya apa yg hrs saya lakukan krn saya brbicara dg keluarga sayapun saya sdh tdk didengar krn hasutan2 dr kk2 saya soal saya dan calon saya.keluarga saya trutama orangtua saya lebih percaya omongan oranglain/kk2 saya dibanding saya anaknya sendiri.saat ini umur saya sdh 36tahun.

  64. Asslmkm…
    Sy ingin bertanya.. Sy menikah dgn lelaki yg sudah mempunyai istri.. Akan tetapi istrinya sudah pergi meninggalkan dia (yg tlh menjdi suami sy saat ini) utk pulang k org tuanya yg kebetulan berbeda pulau dlm wktu 6bln lamanya, dan dia telah menjatuhkan talaq pada istri pertamanya.. Setalah 6bln (kami msih berpacaran) sy menyuruh dia utk menjemput istrinya dan membawanya kembali plg agar rmh tangga mrk kembali membaik. Dia pun menerima saran sy utk menjemput istrinya.. Oia, ini bukan kali pertama istrinya pulang k org tuanya ktika mrk bertangkar! lanjut crta, setalah mereka bertemu dan dia mengajak istrinya kmbli utk ikut bersama dgn dia, istrinya melonak krna org tua dr istrinya meminta sejumlah uang jika ingin membawa kmbli anak mereka (istri dia). Nah dia tdk mempunyai uang sejumlah yg di inginkan orgtua istrinya, jd istrinya pun tidak pulang bersama dia dan memilih utk mengikuti kata orgtuanya.. Di situ dia sdh yakin bhwa merekapun pisah, dan dia mentalaq istrinya di depan org tua istrinya.. Setelah dia kembali, kami melanjutkan hubungan kami, 6 bln kmudian kami menikah, tapi cm nikah sirih krn surat cerai dr Pengadilan Agama belum keluar.. Tetap kami menikah dgn surat pernyataan Talaq/cerai yg di tandatangani istrinya di atas materai 6000.. Yg berisikan mrk bkan lagi suami istri, dan mengijinkan masing2 pihak utk berumah tangga lagi tnpa ada tuntutan dr pihak nama pun.. Stlah 2bln kami menikah, istrinya dtg pd sy dan ingin menuntut sy krna telah menikah dgn suaminya.. Sedangkan dia, tdk mau kmbli kpda istrinya dan lbh memilih sy.. Yg mau sy tanyakan, apakah surat pernyataan yg d setujui oleh istrinya bisa jd pegangan kami berdua (sy dan dia) jika memang istrinya melaporkan d pihak yg berwajib???apakah menurut syariat islam, istrinya yg di talaq di dpn kedua istrinya masih sah menurut agama?? Trima kasih..

  65. Ahmad Saefullah

    Assalamualaikum wr.wb. Pak, adik sy ingin menikah dengan seorang duda asal Padang yg bekerja di Jakarta. Calonnya ini dulunya menikah siri sehingga tidak memiliki surat cerai. Bagaimanakah caranya mendapatkan surat cerai resmi dari pernikahan siri tersebut Pak? Karena keluarga tidak merestui pernikahan mereka kalau calonnya belum memiliki surat cerai resmi. Terimakasih atas bantuannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s